23
Dec
08

10 Virus Terbaik

1. Virgear

virus1

Ia hadir dengan icon yang mirip dengan file multimedia milik WinAmp. Varian B memiliki ukuran file 49.152 bytes, tanpa di-pack. Sementara itu, varian C yang kami temukan, memiliki ukuran file sebesar 19.968 bytes, dan di-pack menggunakan UPX. Seperti yang lalu, ia akan menggantikan seluruh file multimedia yang ia temukan seperti MP3, 3GP, AVI, WMV, ASF, MPG, MPEG, MP4, pada komputer korban dengan dirinya sendiri, dengan menggunakan nama yang hampir sama, hanya ditambahkan extension .EXE di akhirnya. Virus ini juga akan mengubah setingan di registry untuk mendukung kelangsungan hidupnya, seperti menyembunyikan Folder Options, mem-blok Regedit, System Restore, dan lainnya. Diketahui, Virgear juga mencoba untuk mem-blok antivirus dan virus lain. Untuk itu, rename (ubah nama) dari PCMAV-CLN.exe sebelum Anda menggunakannya, misalkan menjadi 123456.exe. Dan, pada komputer terinfeksi, ia akan menampilkan kalimat “++++ Makanya jangan handak buka BF ja, neh rasain oleh2 dari amang hacker ++++” pada caption Internet Explorer.


2.  Windx-Maxtrox

virus2

Virus yang dibuat dengan Visual Basic ini memiliki ukuran tubuh asli sekitar 77Kb, tanpa di-pack. Virus yang diduga kuat berasal dari daerah Sulawesi Utara ini memiliki kemampuan infeksi file executable. Tepatnya, ia akan menginfeksi program yang ada di direktori Program Files. Teknik infeksi yang cukup cerdik ia terapkan untuk menghindari pendeteksian engine heuristic dari antivirus. Ciri khas yang dapat dikenali pada komputer terinfeksi adalah berubahnya gambar wallpaper dari desktop menjadi gambar animasi, Maxtrox.


3. HelloBaby

virus3

Saat menyebar, ia akan membuat file Desktop.ini dan autorun.inf dengan attribut hidden dan system. File tersebut akan disebarnya ke setiap drive yang ia temukan pada komputer terinfeksi. Ia juga akan berusaha untuk menyebarkan dirinya pada jaringan setempat dengan sebelumnya telah mematikan fasilitas firewall milik Windows. Pada komputer terinfeksi, akan terdapat beberapa file induk virus. Diantaranya, pada direktori System32, akan ada file dengan nama wmiprvse.exe dan mgrShell.exe, lalu file inti ini akan men-drop file lainnya dari dalam tubuhnya pada direktori Temp dengan nama ctfmon.exe dan pada direktori Windows dengan nama svchost.exe. Dan untuk mempercepat aksi penyebarannya, virus ini pun men-set registry NoDriveTypeAutoRun agar mendukung autorun pada floppy disk.

4. Autorunme

virus4

Virus yang bukan produksi programer lokal ini memiliki ukuran sebesar 26.835 bytes, dan diperkirakan di-pack menggunakan PECompact. Ia tidak memiliki icon, hanya menggunakan icon standar applications dari Windows. Saat menginfeksi, ia mencoba untuk menanamkan file induknya pada direktori C:\Windows\System dengan nama msvc32s.exe dan dengan attribut hidden dan system, serta membuat autorun baru di registry dengan nama “Windows msvc Control Centers”. Virus yang dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk ini juga dapat menyebar melalui aplikasi Instant Messaging. Pada flash disk, ia akan membuat folder tiruan Recycle Bin yang berisi file dengan nama autorunme.exe, lalu mengarahkan autorun.inf untuk menjalankan file virus tersebut. Jadi, saat user mencolokan flash disk tersebut lalu mengakses drive yang dimaksud, virus tersebut akan aktif.

5. Allya.vbs

virus5

Virus jenis VBScript ini memiliki ukuran file sebesar 6030 bytes. Saat menginfeksi, dia akan menanamkan file induknya pada direktori Windows dengan nama Thumbs.vbs. Dan dia akan membuat autorun di registry pada HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\avctrl. Virus ini juga akan mencoba meng-copy-kan dirinya pada drive flashdisk dengan nama file Thumbs.vbs dan autorun.inf. Jika user mencoba melihat isi file VBS virus, di bagian atas hanya akan terlihat tulisan “‘MICROSOFT WINDOWS SYSTEM DRIVER”, yang disertai banyak enter. Namun jika di-scroll terus ke bawah, baru akan terlihat kode virus sebenarnya.

6. Microso

virus6

Virus ini hadir dengan 3 buah file, yakni MicroSoft.pif, MicroSoft.bat, dan MicroSoft.vbs. Ketiga file tersebut saling terkait. Namun, ada satu file yang merupakan induk dari ketiganya, yakni MicroSoft.pif. Ia memiliki ukuran file sebesar 18.432 bytes. Virus luar ini saat beraksi akan mengeluarkan beberapa file .DLL dari dalam tubuhnya yakni Jview.dll dan AcXtrnel.dll yang akan mencoba aktif dengan menginjeksikan pada explorer.exe atau dijalankan melalui Rundll32.exe.

7. Apong

virus7

Virus ber-icon mirip folder standar Windows ini dibuat menggunakan Visual Basic. Pada komputer terinfeksi, ia akan membuat beberapa folder tiruan pada setiap root drive yang ia temui dengan nama seperti Laporan_baru.exe, wisata_lampung.exe, New Folder1.exe, dan New Folder2.exe. Pada folder Startup pun akan terdapat file virus yang akan aktif otomatis saat memulai Windows, dengan nama Msoffice.exe. Pada file properties virus ini, di bagian Internal Name akan tertera “Apong”. Atau pada Product Name akan tertera “NginuL”.

8. RontokBrow variant

virus8


Beberapa varian dari virus RontokBrow juga berhasil terjaring kali ini. Virus yang memiliki nama yang hampir sama dengan Brontok ini dibuat menggunakan Visual Basic. Ada 2 varian yang didapat dalam periode kali ini, yakni RontokBrow.H dan I. RontokBrow.H menggunakan icon mirip dokumen Microsoft Word, sementara RontokBrow.I menggunakan icon mirip folder standar bawaan Windows. Pada salah satu varian tersebut terkadang menampilkan pesan kesalahan seperti gambar diatas.

9. Rieysha variant

virus9

Ditemukan beberapa varian virus Rieysha yang banyak menyebar di periode kali ini. Salah satu varian-nya seperti Rieysha-Desa memiliki ukuran tubuh sekitar 148KB dengan icon menyerupai file multimedia. Pada komputer terinfeksi, status AM/PM akan diubah menjadi “rieysha”. Hal ini juga dilakukan oleh varian Rieysha yang lain.

10. Akmal.vbs

virus10

Virus jenis VBScript ini memiliki ukuran file sebesar 35.854. Pada komputer terinfeksi, saat menjalankan Run, pada edit box secara otomatis akan terdapat tulisan pesan dari si pembuat virus. Selanjutnya, pada caption Internet Explorer akan terdapat “YOUR COMPUTER HAS BEEN INFECTED BY AKMAL”, dan ia juga mengubah deafult page agar mengarah ke salah satu account di Friendster.

20
Dec
08

Open Source

Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya. Open source merupakan salah satu syarat free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). http://www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source.

Sejarah

Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut. Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Dan tahun 1985 dia mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di Finland mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.

Kontribusi utama lain dari FSF selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut. Akan tetapi teminologi “free” yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan “Open Source”, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

Sumber :

1.http://wiki.linux.or.id/Linux

2.http://purbaya.ac.id/index.php/artikel/35-artikel/54-sejarah-oss

3.http://osc.ugm.ac.id/ossdata/index.php?title=Distribusi_Linux

4.http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia:Open_Source_Software

5.http://image.google.com

19
Dec
08

Pengalaman Praktikum di Sistem Informasi

hMm..Praktikum y?

Seru, menyenangkan, banyak..banyak? tugasnya lah,hehe..biarpun katanya senior2 itu gak seberapa,tpi yo podo ae akeh,hehe…

Tapi gpp yang penting dapat pengalaman baru,siiplaah..!!

DiSemester Pertama ini emank seru banget praktikumnya, di Praktikum Semester Pertama ini saya mendapat pengalaman pertama kali membuat web, membuat blog, membuat modul-modul, membuat Tugas Pendahuluan dan Laporan Praktikum…

Dengan adanya Praktikum ini banyak berguna, kita dapat mengenal Web itu apa, cara membuatnya pun kita jadi tau, kita pun jadi punya blog, pokoknya kita lebih banyak tau lagi dah..,hoho…

praktikum

itu fotoQ ama teman2 pas ngerjain Tugas Praktikum, srius banget y,hehe…tpi pdahal sok srius aja,wkekeke…

tapi sebanarnya kalau uda ngerjain tugas-tugas Praktikum itu emank seperti itu bnget, srius di depan laptop sampe’ berjam-jam,itu karena asyik dan serunya..,^_^

Yah,.. trimaksih juga buat Asprak2 yang telah banyak membantu kami, dan juga terima kasih buat Asprak shiftQ “mas Hatta”,Ok bRo,hehe..

Hidup Shift 1…^_^

19
Dec
08

Perbandingan Aplikasi Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0

web11

Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.

No. Perbandingan    Web 1.0  dengan  Web 2.0
1. Perilaku pengguna    Membaca    Menulis
2. Pelaku utama    Perusahaan    Pengguna/Komunitas
3. Hubungan dengan server    Client-server    Peer to peer
4. Bahasa pemrograman penampil konten    HTML    XML
5. Pola hubungan penerbit-pengguna    Searah    Dua arah/ Interaktif
6. Pengelolaan konten    Taksonomi/direktori    Folksonomi/penanda/tag
7. Penayangan berbagai kanal informasi    Portal    RSS/Sindikasi
8. Hubungan antar pengakses    Tidak ada    Berjejaring
9. Sumber konten    Penerbit/pemilik situs    Pengguna


web2

Perbedaan Pre Web, Web 1.0 dan Web 2.0

Kira-kira sebelum tahun 1992, sebelum kita mengenal yang adanya internet, kita mengenal istilah Value chain. Value chain ini seolah-olah rantai proses yang sangat pakem yaitu harus diikuti oleh semua perusahaan yang akan memproduksi suatu barang atau jasa. Dalam Value chain tersebut, aktifitasnya dimulai dari Producer (produsen) otomatis yang menjadi value creator. Producer ini akan memproduksi (menghasilkan) suatu barang/nilai, sesudah ada barang/jasa maka ini akan di konsumsi oleh seorang konsumen. Contoh yang sangat jelas adalah Perusahaan Surat Kabar memproduski berita dan memuatnya dalam oplah media cetak kertas yang selanjutnya dibaca oleh pelanggan atau konsumennya melalui media cetak tersebut. Konsumen yang ingin menikmati berita di Koran tersebut harus mengeluarkan sejumlah cost untuk membeli surat kabar. Terjadi suatu pertukaran Value antara produsen dan konsumen surat kabar tersebut. Situasi ini selanjutnya disebut dengan Pre-Web.

web3

Value chain system yang sebelumnya sangat pakem, popular dan tidak dapat diganggu gugat, dalam web 2.0 telah berganti nama menjadi value crowd system. Semua konsumen berhak menjadi value creator disamping juga menjadi konsumen dari produk/jasa tersebut. Pertukaran value juga terjadi antar konsumen tersebut, tidak hanya terjadi antara produsen dan konsumen. Konsumen di web 2.0 juga menjadi sumber dari suatu berita, tidak hanya sebagai penikmat berita yang disampaikan oleh sebuah media massa. Sebagai value creator, konsumen ini bekerja tanpa bayaran apa-apa. Lihat gambar diatas, bahwa terjadi pertukaran informasi antara produsen dan konsumen (bolak balik) disamping juga terjadi pertukaran informasi (value) antar konsumen sendiri. Dalam pre web dan web 1.0 tidak terjadi interaksi ini.

Kalau web 3.0 adalah type web yang paling digemari dan sampai sekarang masih banyak dipakai oleh para pembuat web, karena web tersebut adalah perkembangan/perbaikan dari web-web yang sudah ada dan juga memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provid.

Web ini merupakan generasi ketiga dari layanan internet berbasis web.Web ini menggambarkan sebuah sarana bagi mesin untuk bisa membaca halaman-halaman web.hal ini menunjukkan bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini.

Keunikan dari web ini adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situss web dan juga mampu menyediakan keterangan yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari.

17
Dec
08

Laporan Praktikum

Laporan Praktikum 1

Laporan Praktikum 2

Laporan Praktikum 3

Laporan Praktikum 4

Laporan Praktikum 5

Laporan Praktikum 6

Laporan Praktikum 7

17
Dec
08

Artikel SOFTWARE

Software_Operating System-Ubuntu

Software_Aplikasi-Windows Blind

Software_Utility-Kaspersky Anti Virus

07
Oct
08

Sistem Informasi vs Jurusan Komputer Lainnya

Perbedaan Jurusan Sistem Informasi dengan Jurusan Komputer Lainnya

Sejarah
Sebelum tahun 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1960-an, disiplin ilmu yang berkembang masih sangat sederhana. Untuk urusan utak-atik hardware, dapat memilih Jurusan Teknik Elektro.
Kemudian, masih di masa yang sama, Ilmu Komputer lebih banyak bermain di rekayasa software, sedangkan Sistem Informasi lebih kepada mengeksplorasi manfaat hardware dan software untuk membantu menyelesaikan problem bisnis.
Dengan semakin berkembangnya teknologi mikroprosesor berbasis Chip ( Chip-Based ) yang dimulai pada pertengahan 1970-an, maka secara perlahan Teknik Komputer menjadi suatu ilmu dengan spesialiasi khusus, yang merupakan pemekaran dari Teknik Elektro.
Pasca 1990-an, akhirnya berbagai disiplin ilmu dalam rumpun perkomputeran saling membentuk diri mengikuti perkembangan zaman. Teknik Komputer menjadi semakin solid dan terpisah dari Jurusan Teknik Elektro. Karena semakin berkembang pesatnya, maka Ilmu Komputer berkembang menjadi sebuah Jurusan yaitu Jurusan Ilmu Komputer, alasan terbentuknya Jurusan ini, karena dibutuhkan suatu keahlian yang sangat spesifik untuk dapat menghasilkan sebuah software yang baik. Saat itu mulai meluas kesadaran bahwa pembuatan software yang baik adalah sangat sulit, sangat mahal dan sangat diperlukan. Sehingga disiplin ilmu Teknik Software yang sebelumnya berada di dalamnya, akhirnya menjadi mandiri, dan menjadi sebuah Jurusan pula.
Kemudian Sistem Informasi juga berkembang menjadi sebuah Jurusan seiring dengan tuntutan dunia bisnis yang membutuhkan kehandalan pengelolaan hardware dan software dalam mendukung kinerjanya.
Lalu setelah itu disiplin Teknik Informatika berkembang pada era akhir 1990-an. Teknik Informatika berkembang lantaran diperlukan satu disiplin ilmu lagi dalam dunia perkomputeran yang akan membantu suatu organisasi atau institusi dalam menjamin kelayakan infrastruktur komputer dikaitkan dengan kesiapan dari sisi internal, semisal kesiapan sumber daya manusia terkait.

Deskripsian Ilmu atau Perbedaan dari masing-masing Jurusan Ilmu Perkomputeran
Selanjutnya, dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut secara gamblang menjelaskan deskripsi masing-masing dari ilmu perkomputeran yang ada dewasa ini. Secara singkat, deskripsi tersebut adalah sebagai berikut:
– Jurusan Teknik Komputer mempelajari antara lain tentang bagaimana mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut.
– Jurusan Ilmu Komputer mempelajari antara lain tentang bagaimana mengembangkan robotik, computer vision, intelligence system, bio-informatika, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya. Untuk itu, ilmuwan komputer ini harus memelajari berbagai hal secara teoritis hingga dasar-dasar algoritma dan mengetahui cara mengimplementasikannya.
– Jurusan Sistem Informasi mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien
– Jurusan Teknik Informatika mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman. Selain itu aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal-hal praktis lainnya juga dipelajari.
– Jurusan Teknik Software mempelajari antara lain tentang bagaimana merancang bangun dan memelihara sebuah sistem software yang reliabel, efisien, efektif serta mudah dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan dari Customer atau pengguna.

Lima Aspek dan Theory vs Applied
Di dalam dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut, penjelasan di atas dipaparkan lebih panjang-lebar. Bahkan untuk kekuatan dari masing-masing jurusan ilmu perkomputeran tersebut, telah diterjemahkan dalam bentuk tabel grafik yang mencerminkan fokus ilmu terkait.
Fokus tersebut mengacu kepada lima aspek, yaitu
(1). Isu Organisasi dan Sistem Informasi,
(2). Teknologi Aplikasi,
(3). Metode dan Teknologi Software,
(4). Infrastruktur Sistem,
(5). Arsitektur dan Hardware Komputer, yang kelimanya berada pada sumbu vertikal.
Setiap disiplin ilmu perkomputeran memang secara umum bisa saja secara sebagian atau keseluruhan mempelajari kelima aspek tersebut. Tetapi dari tabel grafik yang disediakan, dapat secara jelas menggambarkan fokus dan kekuatan masing-masing.
Karena pada grafik tersebut, pada sumbu horizontalnya menjelaskan tentang pengembangan keilmuannya, apakah lebih Theory ( Teori, Prinsip dan Inovasi ) ataukah lebih kepada Applied ( Aplikasi, Pemasangan, Konfigurasi ).

Catatan:
Dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut dapat didownload di http://www.acm.org/education/curric_vols/CC2005_Final_Report2.pdf (887 kb).
Sumber:
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/01/tgl/26/time/102059/idnews/526627/idkanal/331
(dbu)




September 2016
M T W T F S S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 4,204 hits

Klik tertinggi

  • None

Tulisan Teratas